Karakteristik Prosa Balai Pustaka

Pembagian zaman atau periodesasi sastra Indonesia modern sampai saat ini masih menjadi tahap perdebatan. Bagaimanapun banyaknya pembabakan waktu yang pernah diajukan dalam sejarah sastra Indonesia, namun pembabakan yang telah umum dipakai selalu kembali pada nama-nama angkatan. Angkatan demi angkatan itu muncul hampir 10 tahun atau 15 tahun sekali. Jadi dapatlah pula kita menamakan angkatan-angkatan itu sebagai generasi berdasarkan usianya. Tiap 10 atau 15 tahun sekali di Indonesia selalu muncul angkatan baru dalam sastra Indonesia. Selama waktu itu pengalaman dan situasi masing-masing generasi rupanya agak berbeda sehingga melahirkan ciri-ciri tersendiri pada angkatannya.

Sastra Balai Pustaka dinamakan karena para sastrawannya menulis melalui badan penerbitan pemerintah kolonial belanda yang bernama demikian, sedangkan sastra Pujangga Baru berdasarkan nama majalah kebudayaan yang terbit tahun 1933 dan melalui majalah inilah para sastrawannya menulis karya-karya mereka. Masing-masing angkatan sastra dimulai dengan munculnya sekumpulan sastrawan yang tahun kelahirannya hampir sama dan menulis dalam gaya yang hampir sama dalam majalah atau penerbitan yang sama. Sastra Balai Pustaka dimulai tahun1920. Para penulis Balai Pustaka yang mula-mula menulis sekitar tahun 1920-an adalah mereka yang dilahirkan sekitar tahun 1895-an. Ada yang lebih dahulu ada yang lebih kemudian.

Untuk lengkapnya silakan diunduh di sini KARAKTERISTIK PROSA ANGKATAN BP

Selamat membaca dan  semoga bermanfaat.